Ada Indikasi Pungli Terhadap Anak,Binaan Di Rutan Kelas IIB Muaralabuh


Solsel,MT-- Baru kali ini terjadi. Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Muara Labuh, Solok Selatan, dituding telah melakukan Pemungutan liar (pungli) terhadap tahanan. 


Bahkan dari pengakuan keluarga napi kepada wartawan, bahwa pihak keluarganya berstatus napi diancam akan dipindahkan jika tidak mau membayar biaya yang diminta Kepala Rutan.


"Saya tidak pernah melakukan itu, kalau ada bukti laporkan saya. Memang informasi ini sudah saya dengar sebelumnya," ungkap Kepala Rutan Muara Labuh, Sarwono saat ditemui wartawan di ruangan kerjanya, Senin (21/12/2020).


Dia menegaskan lagi, tidak pernah meminta uang senilai jutaan rupiah ke napi, informasi yang beredar itu tidak benar.


"kami tidak ada pungli seperti pengakuan keluarga Napi. ada ggak buktinya," tukasnya. 


Dijelaskannya lagi, bahwa kasus terbanyak di Rutan Muara Labuh adalah kasus narkoba, asusila, dan illegal minning. 


Berdasarkan ketentuan Undang-undang nomor 12 tahun 1995, bahwa di Lembaga Permasyarakatan harus mengembalikan manusia kemasyarakat dengan pembinaan kembali. 


Perlu ada pendidikan tahanan, namun ini belum dilakukan alasannya lantaran kondisi Rutan yang sempit, dan covid-19.


"Termasuk oknun Polisi yang putusan sudah ingkrah, tetapi tidak di tahan di rutan. Ini isu tidak benar," dalihnya. 


Selain itu, rutan membutuhan 30 kamar, yang tersedia 6 kamar. Kamar besar saat ini di isi 12, 15, dan 30 napi. 


Kamar perempuan kapasitasnya untuk 10 orang, napi perempuan saat ini dua orang dan ruangan isolasi 2 kamar. 


" Bagi napi yang melanggar aturan maka akan di isolasi dan diberikan pencerahan," tuturnya.


Sejumlah anak binaan ( Napi ) kelas IIB Muaralabuh, dibalik jeruji besi pembatas mengutarakan sejumlah informasi dari dalam rutan yang mereka alami. Hampir sama jawaban mereka, sejumlah anak binaan dipanggil kedalam ruangan lalu ditawarkan sejumlah uang dan barang yang dibutuhkan.


Beberapa napi ada yang menyanggupi permintaan Karutan itu, namun mereka juga mempertanyakan jika dikabulkan permintaannya, apa ada kontribusinya terhadap masa tahanan, karena tidak ada jawaban akan adanya pengurangan masa tahanan" Kami tidak akan memberikan permintaan itu," tuturnya.


Artinya memang belum ada yang mengasih uang tersebut, dengan apa akan kami kasih, sementara kami tidak memiliki mata pencarian," kesal mereka.


Sementara Kasipidum Kejari Solok Selatan Hironimus Tafonao saat dikonfirmasi Media ini Selasa (22/22) mengatakan. 


"Tidak dibenarkan adanya pungutan di Lembaga Permasyarakatan yang minta uang sama napi, lalu dikurangi hukuman, hukuman para napi itu sudah sesuai dengan keputusan hakim, dan tidak ada yang boleh melanggarkan hukuman tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.metrotalenta.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Mairizal, SH