Di Usia ke 31 Tahun Koperasi Kopendikes Semakin Eksis || MT





Arosuka, MT.- – Koperasi Pegawai Negeri Dinas Kesehatan (Kopendikes) Kabupaten Solok semakin Berjaya. Dalam usianya 31 tahun ini yang berbadan hukum semenjak tahun 1997 beranggotakan sebanyak 590 orang, berhasil mensejahterakan anggotanya bahkan membantu dalam berbagai hal penanggulangan keuangan termasuk kondisi sulit dan terdesak. “Kami kalau dalam persoalan keuangan, apalagi kebutuhan masa pailit Januari dan Februari dana belum cair di Pemda, seperti bayar rekening listrik, air dan sejenisnya, niscaya koperasi tempat mengadu. Bahkan kasbon Rp.2 juta hinggab Rp.5 juta untuk DL, sepulang itu setelah di-SPJ kan bendahara langsung mengganti ke bendahara koperasi, terus bon dirobek, cuma tak berselang dua minggu klir pelunasan. Intinya untuk kebutuhan mendesak”,sebut salah seorang anggota. “Insya Allah para anggota Kopendikes, jujur dan taat azas berkoperasi, karena kegunaannya dari kita dan untuk kita juga”,terang Syupriadi, SKM. 

Pengurus Kopendikes periode 2019 – 2021 Ketua Syupriadi, SKM, Sekretaris Drs.Zulfanardi, Apt, bendahara  Yulia Syafitri , S.St, pengelola Nofrinaldi, SE dan Yulia Fora Wati saat di sekretariatnya di pojok kanan ruangan Kantor Dinas Kesehatan dalam bincang awak media Selasa, (9/3/21) menyampaikan, bahwa akhir Maret 2021 ini akan dilaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang akan dilangsungkan pada sebuah hotel di Kota Solok. “Karena pandemic para peserta RAT dibatasi, mungkin masing-masing dua (2) orang dari Puskesmas dan UPT lain se-Kab.Solok, ditambah utusan Dinas Kesehatan lima (5) orang dan juga didampingi Dinas Koperindag Bidang Koperasi”,jelas Syupriadi.

Yang amat menggembirakan Kopendikes, terkini Simpanan Wajib sudah sebesar Rp.5,6 milyar lebih sedangkan Simpanan Pokok sebanyak Rp.155 juta. Unit usaha Simpan Pinjam yang amanah dan terpercaya dikelola selama ini, sekarang sudah mulai ditambah unit usaha kredit motor. “Ketika anggota butuh motor, lalu dibeli kontan, maka mereka mencicil ke koperasi”,timpal Syupriadi yang diamini Naldi yang juga bertindak sebagai manajer keuangan jebolan sarjana ekonomi ini. Berkenaan pinjaman anggota maksimal Rp.40 juta, dengan ketentuan dibolehkan juga pinjaman sedang berjalan dengan syarat sisa gaji harus tinggal 50 % sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Solok No.800/248/BKD-2008.

Hebatnya pula, bagi anggota koperasi yang sudah pensiun masih bertahan menjadi anggota, sebagai tabungannya.  Adapun yang purna tugas jika ingin keluar disegerakan untuk dibayar. Termasuk dalam proses menuju pension ingin keluar pula, juga direalisasikan. “Kemarin, Februari Pak Delfi pensiun mau keluar, hanya dalam proses beberapa hari bersamaan beliau purna bhakti, juga mendapatkan jatah tabungan koperasi lengkap SHU menyertainya. Pak Rinaldi akan pensiun, membutuhkan finansial minta keluar, ya kita segerakan buat anggota kita”,tukuknya lagi.(yas)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.metrotalenta.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Mairizal, SH