Gubernur Dan Wakil Gubernur Sumbar Silaturahmi Ke Polda Sumbar


Padang.MT - Setelah resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar oleh Presiden RI Joko Widodo beberapa hari lalu, Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldy tadi pagi berkunjung ke Polda Sumbar, Selasa (2/3).

Kunjungan resmi pertama Gubernur dan Wagub Sumbar itu didampingi oleh Sekdaprov Sumbar Alwis, Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Benni Warlis, Kepala Badan Kesbangpol Nazwir, Kepala Dinas Pendidikan Adib Alfikri, Kepala Biro Humas Hefdi dan Kepala Biro Rantau Luhur Budianda.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH didampingi beberapa Pejabat Utamanya, menyambut baik kedatangan Gubernur Sumbar beserta rombongan di ruang kerja Kapolda Sumbar. 

"Selamat datang bapak Gubernur Sumbar dan Wakil Gubernur Sumbar yang baru di Polda Sumbar," ungkap Irjen Pol Toni Harmanto. 

Gubernur Sumbar, Mahyeldi merasa senang telah diterima dalam kunjungannya sebagai silaturahmi untuk mempererat hubungan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumbar. 

"Saya sangat senang bisa bertemu dengan Kapolda. Sebelumnya memang sudah pernah bertemu, namun kali ini saya datang sebagai Gubernur Sumbar," tutur Mahyeldi.

Berikutnya, Mahyeldi menyampaikan, tujuan kunjungan ini adalah untuk bersilaturahmi dan mempererat jalinan hubungan baik. Dia pun berharap bisa saling mendukung untuk memastikan kondisi Sumbar selalu aman dan nyaman.

"InsyaAllah kita akan saling dukung untuk memastikan Sumbar selalu dalam kondisi stabil, aman, dan nyaman," kata Mahyeldi.

Selain itu, Mahyeldi menyampaikan Visi dan Misi pembangunan Sumbar, agar tercapainya visi dalam "Terwujudnya Sumatera Barat Madani yang Unggul dan Berkelanjutan". 

Selanjutnya dalam silaturahmi itu, Gubernur Sumbar bersama Kapolda Sumbar juga melakukan kerjasama dengan penandatanganan MOU terkait sinergitas pelaksanaan kegiatan ketertiban umum dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Kapolda Sumbar dalam kesempatan itu juga mengatakan pihaknya terus membangun senergitas, kolaborasi dengan pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam rangka Ketertiban dan Keamanan Masyarakat.

MOU merupakan perwujudan kerjasama yang real antara pemerintah daerah dengan kepolisian daerah sangatlah wajar bila eksekutif ada hubungan yang harmonis bersama-sama membangun pemerintahan demi pelayanan masyarakat yang lebih baik lagi.

"Mudah-mudahan Sumatera Barat kedepan akan lebih baik lagi, lebih sejahtera serta sumberdaya semakin kompetitif," ucap Kapolda Sumbar.(*)
[2/3 15.00] +62 813-7808-0435: JAKARTA- Jokowi mencabut Peraturan Presiden (Perpres) No.10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Dalam salinan Perpres yang ditetapkan pada 2 Februari 2021 oleh Jokowi ini juga mengatur soal penanaman modal untuk minuman beralkohol atau miras yang dibolehkan investasinya di Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara dan Papua.

Jokowi mengaku mencabut Perpres ini setelah menerima masukan dari ulama, organisasi keagamaan, dan sejumlah pemerintah provinsi.

“Saya putuskan lampiran Perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut. Terima kasih,” kata Jokowi lewat kanal Sekretariat Presiden, Selasa 2 Maret 2021.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat atau Gelora Indonesia Anis Matta ikut meminta pemerintah tidak memfasilitasi investasi miras.

Karena bertentangan dengan norma-norma agama yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Dalam aturan yang sudah dicabut tersebut, Jokowi membuka bidang usaha yang sebelumnya masuk Daftar Negatif Investasi (DNI).

Salah satunya, yaitu membuka kembali investasi minuman beralkohol atau minuman keras dan minuman alkohol yang terbuat dari anggur.

(Fyt/***)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.metrotalenta.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Mairizal, SH